Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Rejang Lebong adalah sebuah kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.109,8 km² dan populasi sekitar 250.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Curup Terletak di pegunungan Bukit Barisan dan berjarak 85 km dari kota Bengkulu. Penduduk asli terdiri dari suku Rejang dan suku Lembak. Suku Rejang mendiami kecamatan Curup, Curup Utara, Curup Timur, Curup Selatan, Curup Tengah, Bermani Ulu, Bermani Ulu Raya,dan sebagian Selupu Rejang. Suku Lembak mendiami kecamatan Kota Padang, Padang Ulak Tanding, Binduriang, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu, Sindang Beliti Ilir dan Sindang Kelingi.Kecamatan di kabupaten Rejang Lebong
Saat ini di Kabupaten Rejang Lebong terdapat 15 kecamatan, yaitu:- Kecamatan Curup
- Kecamatan Selupu Rejang
- Kecamatan Sindang Kelingi
- Kecamatan Sindang Dataran
- Kecamatan Sindang Beliti Ulu
- Kecamatan Sindang Beliti Ilir
- Kecamatan Binduriang
- Kecamatan Padang Ulak Tanding
- Kecamatan Kota padang
- Kecamatan Bermani Ulu
- Kecamatan Bermani Ulu Raya
- Kecamatan Curup Utara
- Kecamatan Curup Selatan
- Kecamatan Curup Timur
- Kecamatan Curup Tenga
Perekonomian
Mata pencarian penduduk adalah petani(80%), pedagang, PNS dan lain-lain. Perkebunan rakyat yang terdapat di kabupaten ini adalah perkebunan kopi dan karet. Palawija banyak ditanam di lereng bukit Kaba, sebagian lagi merupakan petani pembuat gula aren.Curup, Rejang Lebong
Curup adalah ibukota Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Indonesia. Curup merupakan kota terbesar ke-2 di Bengkulu.
Curup merupakan daerah penghasil beras dan sayur-sayuran utama di provinsi Bengkulu, yang hasilnya dikirim hingga ke Palembang, Jambi, Padang, Lampung, dan Jakarta. Beberapa tempat wisatanya yang terkenal adalah Suban Air Panas, pematang danau, Gunung Kaba, Air Terjun di Kepala Curup, dan situs-situs prasejarah. Daerah ini juga dikenal sebagai salah satu tempat tumbuhnya Rafflesia arnoldii.
Megalit di Curup (foto diambil di tahun 1931)
Curup adalah kota kecil berudara dingin, segar dan sejuk yang terhampar di lembah dataran tinggi Sumatera. Adanya asimilasi kebudayaan daerah dengan orang pendatang, kini menjadikan kota Curup sebagai kota heterogen dari berbagai etnis di Indonesia.